Genjar-genjarnya
promosi SMK dikalangan jajaran pendidikan, membuat beberapa kalangan
pendidik semakin berbenah untuk memajukan SMA. SMA berbeda dengan SMK
kalau dinilai dari segi kelulusan. Lulusan SMA seakan-akan diharuskan
meneruskan pendidikannya dijenjang perguruan tinggi sedangkan SMK
diciptakan untuk menjadi tenaga pekerja yang terampil tanpa harus kuliah
terlebih dahulu. Justru, moment seperti ini dimanfaatkan oleh beberapa
SMA bersaing mendapatkan siswa terbanyak. Sehingga mutu pendidikan pun
hanya sebatas kepentingan komersil. Berbeda dengan SMA An-Nur Bululawang.
Salah
satu cara untuk pembentukan akhlak siswa SMA An-Nur memadukan dan
mengkolaborasikan materi pondok pesantren dengan materi sekolah dalam
sebuah kurikulum. Bapak Kurniadi Sutikno, k.a Kurikulum SMA An-Nur
menyatakan, “SMA An-Nur Bululawang memperluas pelajaran agama Islam dalam beberapa pelajaran agama Islam yang lebih khusus.”
Muatan
lokal (ML) merupakan julukan dari pelajaran pondok pesantren yang masuk
dalam kurikulum. Terdiri dari pelajaran Tauhid, akhlak, al-Qur’an,
sejarah kebudayaan Islam (SKI), fiqih, risalatul Mahid (khusus
perempuan). Beberapa mata pelajaran agama Islam tersebut akan ditulis
dalam rapor khusus yang rata-ratanya ditulis dalam rapor sekolah dalam
pelajaran agama Islam.
Muatan
lokal (ML) juga dilengkapi dengan fasilitas penunjang seperti
laboratorium agama Islam. Didalam laboratorium siswa SMA An-nur akan
diajarkan oleh guru yang berkopenten dibidangnya seperti multimedia
keislaman yaitu cd edukasi yang menampilkan materi keagamaan berskala
internasional, belajar berdakwah dengan mengunakan tiga bahasa
(Indonesia, inggris dan Arab), memandikan mayat dengan benar, berlatih
tentang langkah-langkah atau prosedur ibadah haji yang benar (dilengkapi
peralatan ibadah haji), kesenian islami (terbang jidor).
Tidak
hanya kurikulum beserta laboratorium agama Islam sebagai sarana untuk
pembentukkan akhlakul karimah. Siswa juga diharuskan memakai seragam
islami, misalnya siswa putra harus memakai kopyah dan siswa putri
diwajibkan memakai kerudung dan pakaian seragam dengan model kebaya. Dan
dihari minggu semua siswa harus memakai seragam khusus yaitu siswa
laki-laki memakai sarung dengan model tertentu serta bersandal. Untuk
siswa putri juga memakai sarung khusus dengan model kebaya serta
bersandal.


































